KHARAKTER

GAGAL DALAM NILAI KHARAKTER

Banyak peserta CPNS tidak lulus akibat tes kepribadian. Rata-rata peserta yang lolos di instansi hanya 9 persen. Memang tesnya cukup sulit, apalagi Tes Karakteristik Pribadi, kurang 1 point saja dinyatakan tidak lulis.
Ada tiga passing grade yang ditentukan BKN, yakni TKP minimal 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) minimal 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) minimal 75.

PROSES PEMBENTUKAN KHARAKTER

Karakter yang dimiliki oleh seseorang pada dasarnya terbentuk melalui proses pembelajaran yang cukup panjang. Karakter manusia bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Lebih dari itu, karakter merupakan bentukan atau pun tempaan lingkungan dan juga orang – orang yang ada di sekitar lingkungan tersebut.

Karakter dibentuk melalui proses pembelajaran di beberapa tempat, seperti di rumah, sekolah, dan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Pihak – pihak yang berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang yaitu keluarga, guru, dan teman sebaya.

Karakter seseorang biasanya akan sejalan dengan perilakunya. Bila seseorang selalu melakukan aktivitas yang baik seperti sopan dalam berbicara, suka menolong, atau pun menghargai sesama, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga baik, akan tetapi jika perilaku seseorang buruk seperti suka mencela, suka berbohong, suka berkata yang tidak baik, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga buruk.

Itulah beberapa pengertian karakter yang diungkapkan oleh para ahli. Semoga bermanfaat ya!

Advertisements

Asa Sonang Roha

Sonang di natoras molo denggan dipature ianakhonna dung matua. Sonang di anak-parumen molo masianju-anjuan sahat ro di na matua.

Tradisi Yahudi

Tradisi Yahudi

(Apakah ada miripnya dengan Tradisi Batak?)
Kitab Talmud sangat jelas memperlihatkan arogansi bangsa Yahudi, sekaligus mengimplementasikan falsafah Friedrich Nietzsche tentang ubermensch (manusia unggul). Tradisi menjaga kemurnian keturunan pada kaum Yahudi membentuk budaya dan kecerdasan yang tinggi. Sebagai the Choosen People kaum yahudi selalu menunjukkan karya besar. Mitos dijadikan motivasi penggerak logos menjadi etos kerja. Avodah, adalah pelayanan kaum Yahudi pada TuhanNya , yang awalnya digunakan sebagai bentuk pelayanan ritual di kuil. Chutzpah (keyakinan diri) ditanamkan pada anak-anak Yahudi sejak mereka kecil sehingga menjadikan mereka pemberani. Bangsa Yahudi mempertahankan tradisi didasarkan pada relasi kekeluargaan yang kuat, bahkan pernikahan (kiddushin) dilakukan secara endogamy (pernikahan antar anggota keluarga terdekat), yang sangat dianjurkan Talmud.

Kaum Yahudi sangat concern dalam mendidik anak-anaknya. Chanukah, adalah tradisi yang dirintis Yahudi sejak dini. Selain belajar di sekolah, anak-anak Yahudi diwajibkan belajar di lembaga pendidikan Yahudi untuk belajar bahasa dan huruf Ibrani serta sejarah Yahudi.

Pada masa lalu, anak-anak belajar melalui bimbingan Rabbi untuk menjadi santri (Tinokot Shel Ben Rabbi) di asrama (Yeshiva). Murid-murid di tempatkan pada Cheddar (bilik sesuai dengan tingkatan) dan diajar oleh seorang guru agama. (Melamet Tinokot). Mereka selalu dilatih untuk mengucapakan Shema Yisrael (Semoga Tuhan memberkati Israel). Salah satu cara efektif mendidik anak ala Yahudi yaitu dengan teori Dugma (contoh perilaku), Orang tua sangat yakin bahwa mereka adalah subyek yang dilihat dan dipanuti oleh anaknya. Selain itu mereka harus menanamkan Kavod (menghormati orang lain) pada anak-anaknya. Ironisnya, hal ini hanya diterapkan pada kalangan mereka saja , tak berlaku untuk golongan Ghoyim (orang non Yahudi).

Anak-anak Yahudi juga diajarkan hakarat hatov (membalas lebih dari yang diberikan orang lain). Pendidikan moral juga diajarkan pada anak-anak Yahudi, sebagai contoh etika menerima tamu (hakhnasat orhim)

Di dalam tradisi Yahudi terdapat minyan (melakukan doa secara bersama), mereka berkeyakinan bahwa doa akan memiliki kekuatan bila dilakukan secara bersama. Pada ritual minyan diharuskan memakai teffilin (kotak yang diikat di kepala dan salah satunya diikat melingkari lengan sampai jari tangan), dengan demikian mereka merasa memiliki persaudaraan yang erat. Teffilin ditengarai sebagai sebuah kekuatan antara kepala dan tangan atau antara pikiran dan tindakan. Sebelum melipat dan membuat Teffilin,mereka harus melakukan dengan kesungguhan hati serta kusuk (kavanah), serta diawali dengan bacaan: Leshem mitzvat teffilin (Demi Tuhan aku melaksanakan perintah membuat Teffilin). Teffilin ditulis di atas perkamen dengan tinta, sisi kanan dan kiri harus disulam huruf shin, dan tali pengikat harus berwarna hitam. Kualitas Teffilin yang biasa disebut peshutim , dan kwalitas yang lebih bagus disebut peshutim mehudarim. Yang tipis disebut dakkot dan yang tebal disebut gassot.

Tzedekah Box, adalah kotak tabungan yang diwajibkan kepada anak-anak Yahudi guna disumbangkan untuk amal. Bahkan mereka harus membiasakan mencintai orang lain (Gemilut Hasadim). Gemar membaca pun selalu digalakkan orang tua Yahudi terhadap anaknya, mereka tidak segan mengeluarkan uang demi sebuah buku berkualitas bagi pengetahuan anaknya. Dalam tradisi Yahudi, peran ibu sangat dominan dalam mendidik anak. Setiap ibu Yahudi selalu mananamkan Chutzvah pada anak-anaknya, agar anak mempunyai pondasi kuat untuk masa depannya. Ritual pengakuan anak mulai akil baliq menjadi tradisi Yahudi. Untuk anak laki-laki, usia 13 tahun (Bar Mitzvah) dianggap awal beranjak dewasa, sedang untuk perempuan usia 12 tahun awal kematangan pikirannya (Bat Mitzvah). Setelah dianggap mampu menapaki jalan kehidupannya, mereka mendapat panggilan Gadol (dewasa) atau Bar Onshin (orang yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri).

Untuk mencerminkan dan mempertahankan identitas Judaisme dipertahankan dengan pemakaian Teffilin (kotak terdiri atas 2 bagian yang diisi ayat). Kotak Teffilin berisi empat potongan ayat: Kadesh Li, kewajiban mengingat eksodus kaum Yahudi dari cengkeraman Firaun di Mesir, Ve-haya Ki Yeviakha, Kewajiban orang yahudi memberitahukan tradisi ini pada anak keturunannya. Shema, harapan untuk menyatu dan menyembah Tuhan itu satu. Ve-haya Im Shamoa, ungkapan akan jaminan Tuhan untuk melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Dalam liturgy Yahudi dikenal ibadah secara bersama (Amidah) , amidah dilakukan sehari tiga kali, pagi hari (schacharit), sore (minchah) dan malam hari (ma’ariv). Dalam ritual amidah diharuskan pula menghafal 19 macam doa, selain dihafalkan doa tersebut juga harus dijelaskan secara rasional di hadapan publik.

Tradisi bersunat juga dilakukan oleh keluarga Yahudi (Brit Millah), sejak umur bayi berusia 8 tahun harus disunat. Dalam kepercayaan Yahudi, Nabi Ellijah akan hadir dalam persunatan Brit Millah., selesai bersunat para undangan dari kelompok minyan dari sinagog menyantap makanan kosher sekaligus bertukar informasi dengan yang lain.

Kiddushin (pernikahan) merupakan lembaga suci, orang-orang Yahudi merayakannya pada Chatunah (pesta perkawinan), sedang saat perhelatan makan disebut Seudat Mitzvah. Pengantin wanita memakai Badeken (cadar) mengindikasikan bahwa ia masih suci. Para undangan (Chupah) memakai pakaian khas Yahudi. Saat pengantin wanita tiba , ia harus mengelilingi pengantin pria 7 kali dan mendengarkan doa (sheva berachot), kemudian melaukan ijab Kabul (ketubah) disaksikan 2 saksi. Pengantin pria juga memberikan maharnya pada pengantin wanita.

Doa adalah napas kehidupan, orang Yahudi pun selalu melakukan pembacaan doa setiap bangun tidur. Menurut ajaran Yahudi, Tuhan hanya bisa dijangkau bila kita memberikan tempat untukNya (Shekinah). Dalam tradisi yahudi, setiap orang selalu membawa buku doa (Seddurim) setiap kemanapun mereka pergi. Pada hari Jumat sepuluh menit sebelum matahari terbenam mereka menyalakan lilin di menorah dan berdoa Habdalah Kiddush (doa menjelang hari Sabath.

Perayaan keagamaan Yahudi lebih bersifat ritual, beberapa perayaan hari raya Yahudi antara lain: Pesach (Passover), Shabuhot (pantekosta), Shukhot (Tabernakel), Hanukah, Purim, Yom Kippur.

Menurut pandangan Kristiani, dalam buku ’Worship in Ancient Israel’ karya .H.H Rowley, disebutkan: menurut Perjanjian Lama, ritus berkorban dianggap berhasil bila ritus tersebut menjadi pengekspresian hasrat roh manusia. Korban paskah, merupakan kurban khusus dibanding yang lain. Tiap keluarga menyembelih binatang kurbannya dan darah kurban itu disapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pembantu rumah, sedang daging kurban dibakar dalam keadaan utuh dan dimakan sampai habis sebelum fajar menyingsing. Pada kodeks Imamat disebutkan bahwa korban harus dimakan dengan roti tak beragi dan sayur yang pahit. Selain itu ada kurban bakaran (olah) dan kurban perdamaian (Syelamim). Dalam hukum Imamat ada juga kurban khusus (terumah) yakni: kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah. Sejatinya, pertobatan lebih utama dibanding persembahan kurban. Lantaran pertobatan diyakini mengantar pada pengampunan.

Musik dalam ibadah adalah musik yang nyaring keras, dan hanya menggunakan satu suara saja. Teru’ah (yang bermakna tempik sorak) adalah teriakan keras yang bising untuk menunjukkan teriakan penyembah dalam rangka ibadah.

Menurut Yosephus, sinagog yang digunakan untuk beribadah sudah ada semenjak jaman nabi Musa. Bahkan Philo pun, mengatakan hal yang sama. Menurut Philo sinagog bermakna sekolah. Sedang pendapat Yoshepus sinagog adalah tempat untuk pengajaran taurat. Menurut inskripsi mesir sinagog identik dengan proseuke atau tempat berdoa. Pejabat-pejabat dalam sinagog antara lain: Arkon (pemimpin), Khazzan (pejabat), Syeliakh Sibur (utusan jemaat). Sedang kebaktian yang diselenggarakan dalam sinagog antara lain: Syema, pembacaan doa dari Taurat, Syemoneh ezzreh (18 pengucapan doa), pembacaan Taurat, uraian nas alkitab, pengucapan berkat, pembacaan kitab mazmur.

Termaktub dalam buku: Life In Biblical Isreal karya Philip J King dan Lawrence E Stager, dalam alkitab disebutkan bahwa Kuil atau Bait Suci digunakan sebagai tempat pemujaan kepada yang Ilahi. Bait suci di yerusalem adalah bet YHWH (rumah Yahweh). Benda-benda ritual dalam Bait suci antara lain: altar, penyangga peribadatan, arca terakota peribadatan, patung Nazar.

Ibadat Orang Mati, adalah cara memperoleh berkah dari orang mati untuk menenangkan mereka. Di Israel Kuno Yahwisme resmi mengecam segala bentuk kontak dengan orang mati. , sedang yang terpengaruh tradisi kanaan mengijinkan pemujaan terhadap nenek moyang atau leluhur. Nekromansi (pemanggilan arwah) dengan pertolongan dukun dikutuk di Israel.

Bangsa Yahudi, meski terdiaspora (tersebar) namun kuat, meski sedikit tapi kokoh, lantaran bangsa Yahudi memiliki rasa fanatisme rasial yang tinggi, bisa menjunjung tradisi dengan solid, selalu mengusung mitos sebagai The Choosen People, dan mempunyai kemampuan mengubah penghalang menjadi peluang, maka mereka sanggup mengukir prestasi di pentas dunia, bahkan bangsa ini mempunyai niat untuk mendominasi dunia. 

Di copy dari Blog’s Of Ave Ry

BANDARA SILANGIT MENJADI SISINGAMANGARAJA XII

B

ANDARA INTERNASIONAL SISINGAMANGARAJA XII

Menurut Saya Perubahan ini dapat:
Mendorong, membentuk dan menumbuhkan jiwa kepahlawanan kepada anak muda Batak saat ini maupun masa datang sehingga menjadi anak bangsa pejuang mempertahankan serta memelihara tanah dan budaya Bona Pasogitnya.

Memudahkan Strategi Pemasaran Wisata Danau Toba yang juga bertaraf Internasional dengan situs, peninggalan sejarah serta menghidupkan tapak tilas perjalanan Raja Sisingamangaraja.

Yang perlu sekarang dikerjakan bukan debat pergantian nama tetapi membangun Ikon di bandara tersebut berupa tugu atau patung Sisingamangaraja yang gagah perkasa menyambut dalam suasana damai setiap pengunjung yang masuk dan keluar bandara tersebut.

Isi Jampanye Pilpres

APA ISI KAMPANYE ?

Tim Kampanye Pilpres sudah terbentuk, rayat disuruh mendengar, melihat dan menimbang sebelum masuk ke bilik suara.

Apa Isi Kampanye mereka?

Menurutku tidak jauh dari ini !
Kampanye Pilpres pasangan PETAHANA vs PENANTANG adalah seberapa beratnya isi bagian catatan buku yg dinaikkan ke atas timbangan.
1, Catatan Keberhasilan:
Petahana Isinya lebih berat catatan keberhasilan mereka dengan data valid vs Penantang Lebih ringan catatan keberhasilan mereka dengan data rekayasa .

2.Catatan Keburukan (kekagalan):

Catatan Petahana ttg keburukan penantang Isinya lebih ringan dalam kampanye vs catatan Penantang ttg keburukan petahana lebih berat dengan data salah campur fitnah

3. Catatan Program:

Catatan Petahana Isinya lebih ringan berupa melanjutkan program yang sudah ada + program jangka panjang yang dapat dijangkau vs catatan Penantang isinya lebih berat program indah-indah penuh wacana yang sulit dicapai .

Sepenggal Catatan Pengalaman Hidup

Sepenggal Catatan  Pengalaman Hidup

Saat kecilku aku telah dibekali teladan oleh ayah bagaimana kita berinteraksi antar manusia (human relation).
Kala itu ayahku sakit thn 1968 kelas 5 SD , ibuku menyuruh aku ke pasar membeli satu porsi bakmi kuah. Ayah memintaku makan duluan bersamanya tanpa menunggu ibu dan saudara saudaraku yang lainnya. Besoknya yg ibu suruh adekku, dan makan bersama ayah sebagaimana saya kemarennya. Besoknya lagi giliran adekku yang lain.

Setelah ayah sembuh bakmipun stop. Selanjutnya kami makan bersama lagi sebagaimana biasa dalam keluarga kami.
Saya memberanikan diri bertannya sehabis makan kenapa ayah selalu meminta anaknya yang membeli bakmi itu makan bersamanya.

Ayah tidak langsung menjawab malah bercerita:
Ada satu keluarga pejabat di kota, rumahnya Setiap harinya yang mempersiapkan dan memasak makanan di keluarga itu adalah seorang pembantu mereka. Namun kesehariannya si pembantu itu selalu belakangan makan setelah keluarga majikannya selesai semua makan. Begitulah setiap harinya si pembantu itu makan sisa-sisa keluarga tuannya dan kadang tidak cukup buat dia lagi bila ada tamu keluarga yang ikut makan hari itu.

Kasihan ya ibu itu ! kataku.
Adekku menimpali lagi , kejam kali keluarga pejabat itu pak ?
Ya, kejam. Ya, kasihan. Kata ayah melanjutkan ceritanya:

Pernah beberapa kali si pembantu itu disuruh majikannya membeli makanan seperti bakmi kemaren- kemaren yang kalian beli. Namun dalam perjalanan pulang dia membuka bungkus makanan itu dan meludahinya karena dia tidak pernah dibagi majikannya.

Si pembantu itu perasaannya tersakiti dan gondok, sampai menyimpan dendam untuk membalaskan sakit hatinya kepada tuannya.
Masakannya mulai di buat asal-asalan yang penting masak, dia tidak berusaha lagi agar masakannya enak. Karenanya setiap makan majikannya marah padanya karena makanan kurang enak.
Akhirnya si pembantu itu berjanji membuat masakannya enak, tapi sakit-hatinya bertambah  dan dendam kepada keluarga majikannya.
Saat dia memasak saat tidak di lihat nyonya rumah, si pembatu itu meludahi dan menaroh sedikit air  kotoran ke kuali tempat memasak. Kali ini keluarga msjikannya memuji masakannya karena enak tanpa disadari keluarga majikan bahwa makanan yang enak itu di capur air kotoran.
Bah, jahat kali pembantu itu pak, cepat-cepat aja dia itu di usir ! Kata adekku nada marah seakan tak rela keluarga majikan itu dijahati pembantunya.

Yia nak, pembantu itu sungguh besar dosanya. Walaupun majikannya tidak tau tapi Tuhan mengetahui perbuatannya. Jadinya yidak lama kemudian pembantu itu meminta berhenti dan pulang kampung. Di kampung dia sakit sakitan memikirkan perbuatannya yang jahat kepada majikannya.

Makanya nanti setelah kalian merantau dan tinggal di rumah orang ngak boleh ya seperti kelakuan pembantu itu.
Ya, jawabku serentak bersama adek adekku yang masih kecil seakan nantinya pasti dan yakin kami ini akan merantau.

Dan nanti bila kamu sudah berkeluarga dan mempunyai pembantu di rumah maupun sama bawahan di kantormu ngak boleh berkelakuan seperti majikan itu ya ! Seru ayah.
Ya pak, jawab kami serentak seakan kami nantinya sudah pasti berhasil dan kerja kantoran punya bawahan dan rumah besar.
Jadi entah siapapun yang berada di rumahmu dan teman kantormu kalian harus memperlakukannya sama seperti bagian dari keluarga kita.
Kami semua terdiam karena kurang menjangkau kalimat bapak yang diucapkan ini . . .

Selesai pendidikan dinas saya ditempatkan pertama kali di salah satu kapal negara di wilayah Sulawesi Bagian Utara pertengahan thn. 1978. Saya diangkat dalam jabatan tugas sebagai perwira elektronika (komunikasi) yang juga membidangi perbekalan di atas kapal. Soal menu dan makanan serta pekerjaan jenang, pemasak , pelayan adalah dibawah tanggung jawabku.

Yang pertama menjadi pusat perhatianku adalah mengamati bawahanku memilih menu makanan saat belanja, bagai mana mereka memasak dan menyajikan, seperti apa kebersihan alat alat di dapur dan di gudang perbekalan. Dari sinilah dilanjutkan langkah berikutnya untuk mengetahui kharakter orang per orang bawahan dalam bekerja kesehariannya serta hubungan mereka dengan orang orang seisi kapal maupun hubungannya dengan masyarakat luar.

Karena kami memakai uniform jadi sangat jelas kelihatan perbedaan antara bawahan dan atasan. Ruang tidur, ruang makan termasuk menu makanannyapun dibedakan. Kalau tantama dan bintara lauknya satu potong, perwira lauknya dua potong. Tantama tidak diperbolehkan makan sama-sama dengan bintara apalagi perwira.

Di ruangan makan perwirapun sangat kaku aturannya. Sebelum komandan memulai makan perwira lain tidak ada yang boleh memegang sendok makannya. Demikianpula kita tidak boleh beranjak sebelum komandan beranjak dari ruang makan perwira.
Edan pikirku, kok sampai seketat itu adatnya di kapal? Adat kolonial? Hati ini berontak.

Suatu hari aku sengaja turun ke ruangan tantama. Mereka sedang makan rame- rame. Begitu mereka melihat kedatanganku, semua pada meninggalkan makanannya tersipu-sipu mengenakan pakaian dinasnya. Saat itu saya berpakaian pdh, karena memang diwajibkan saat makan harus demikian. Saya mengambil piring untuk mencicipi makan bersama teman-teman tantama itu.
Eee, ada rupanya yang melaporkan. Besoknya saya diminta menghadap komandan. Komandan marah dan memberi hukuman berupa tegoran lisan dengan tuduhan melanggar aturan tata tertip makan. Dalam hati, aturan apa ya yang kulanggar? Bukan kah aku pergi makan ke ruangan tantama padahal bunyi aturan adalah larangan tantama makan di ruang makan perwira?

Hari hari berikutnya sebagai wujud protesku terhadap aturan yang tidak adil itu.Saya minta pelayan mengantar makananku ke kamarku saja dan tidak tidak makan bersama di ruang perwira.

Rupanya komandan kapalku tidak terima tindakanku ini, saya di laporkan ke komandan detasemen. Komandan detasemen dengan baik mendengarkan alasan tindakanku dan menerima permohonanku agar makanan di atas kapal tidak lagi dibeda-bedakan antara perwira, bintara dan tantama. Bukankah tubuh ini membutuhkan makanan yang sama buat seluruh manusia dan tidak ada sangkut pautnya dengan jabatan dan pangkat?

Tiba suatu hari pada saat makan bersama perwira lain entah kenapa seorang teman perwira marah marah kepada koki (tukang masak) hanya karena sepotong daging ayam goreng keras tak bisa dia gigit dan membuat hampir copot giginya .Ini kejadiannya setelah saya pindah ke kapal lain. Namun saya meminta temanku itu agar tidak marah kepada koki. Biarlah saya yang bicara dengannya sebab pekerjaan koki koki adalah tanggung-jawab saya.
Sudah, nanti menghadap saya di ruanganku, perintahku kepada koki dan dia meninggalkan kami.

Saya mencoba menenangkan teman teman perwira lain dengan mengawali kata kata warning (mrnakut-nakuti mereka) di dengan mengatakan diawal ” Bapak bapak yang terhormat . . . bila kita satu kapal tidak ingin makan kotoran jangan lah kita buat sakit hati koki dan pelayan itu”!

Mereka itu tidak bakalan berani melawan perintah di hadapan kita, tapi kita tidak bisa tau apa yang bisa mereka lakukan di dapur sana untuk menyakiti kita.

Aku memohon kepada para perwira dikala ada pekerjaan koki dan pelayan yang kurang berkenan agar menyampaikannya melalui saya.
Saya bersyukur teman-teman perwira lain memaklumi penjelasanku.

Setelah itu saya ajak koki dan pelayan ke ruanganku. Menasihati mereka agar takut sama Tuhan dan berharap tetap disiplin dan ikhlas bekerja. Saya meyakinkan mereka bahwa pekerja jujur dan ikhlaslah yang Tuhan berkati hidupnya dan keluarganya.

Setelah saya tidak lagi bertugas di kapal dan saat dipercayakan pimpinan dalam tugas fungsi pembinaan kepegawaian bidang Ship Human Relation. Orang yang bekerja diatas kapal harus diberi pengetahuan hubungan antar manusia di atas kapal. Maka modal pengalam-pengalaman saya bertugas di kapal mempermudah pekerjaanku selanjutnya. Semua orang yang bekerja dalam satu kapal harus merasa hidup dalam satu keluarga. Harus saling memperhatikan dan tidak boleh menyimpan rasa permusuhan aoalagi menyimpan dendam. Semua harus berpikir keselamatan bersama bukan memikirkan keselamatan sendiri. Semua harus disiplin melaksanakan tugasnya. Satu orang saja lalai semua akan celaka. Kelalaian satu orang olimen di kamar mesin dapat berakibat fatal satu kapal terbakar. Kelalaia satu orang juru mudi dapat berakibat fatal membuat kapal tabrakan , pecah lalu semua tenggelam.
Hei semua orang yang bekerja disini kekuatan mu bukahlah terletak di pucuk senjata-senjata itu, tetapi kekuatanmu tergantung seberapa baik hubunganmu dengan semua manusia-manusia yang bersamamu di atas kapal ini Disini satu berbuat untuk semua, semua berbuat jadi satu.

Pengalaman ini pula yg menempa kharakterku dan menerapkanya di semua organisasi yang ku ikuti.: ” Tidak melihat orang lain berada tinggi di atas dan tidak melihat orang lain berada rendah di bawah.”
Semoga ada mamfaatnya.
Horas !

Bekasi, 23 Juli 2018 (St.Mukhtar Lumbantoruan).